Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan

Fakta Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945

Written By Unknown on Jumat, Agustus 17, 2012 | Jumat, Agustus 17, 2012

Menjelang Kemerdekaan
  • Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
  • Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
  • Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
  • Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan ‘hadiah’ dari Jepang (sic).
  • Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
  • Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
  • Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
  • Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
  • Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana –yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka –yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu – buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.
Perjuangan Menjelang Kemerdekaan
  • Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
  • Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti “transfer of power”. Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.
  • Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).
Fakta Detik-detik Proklamasi
  • Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.
  • Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
  • Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
  • Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
  • Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia ( Hatta, 1970:53 ).
  • Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera. Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah. Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.
  • Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul. Rumah Soekarno telah dipadati oleh sejumlah massa pemuda dan rakyat yang berbaris teratur. Beberapa orang tampak gelisah, khawatir akan adanya pengacauan dari pihak Jepang. Matahari semakin tinggi, Proklamasi belum juga dimulai. Waktu itu Soekarno terserang sakit, malamnya panas dingin terus menerus dan baru tidur setelah selesai merumuskan teks Proklamasi. Para undangan telah banyak berdatangan, rakyat yang telah menunggu sejak pagi, mulai tidak sabar lagi. Mereka yang diliputi suasana tegang berkeinginan keras agar Proklamasi segera dilakukan. Para pemuda yang tidak sabar, mulai mendesak Bung Karno untuk segera membacakan teks Proklamasi. Namun, Bung Karno tidak mau membacakan teks Proklamasi tanpa kehadiran Mohammad Hatta. Lima menit sebelum acara dimulai, Mohammad Hatta datang dengan pakaian putih-putih dan langsung menuju kamar Soekarno. Sambil menyambut kedatangan Mohammad Hatta, Bung Karno bangkit dari tempat tidurnya, lalu berpakaian. Ia juga mengenakan stelan putih-putih. Kemudian keduanya menuju tempat upacara.
  • Marwati Djoened Poesponegoro ( 1984:92-94 ) melukiskan upacara pembacaan teks Proklamasi itu. Upacara itu berlangsung sederhana saja. Tanpa protokol. Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA, segera memberi aba-aba kepada seluruh barisan pemuda yang telah menunggu sejak pagi untuk berdiri. Serentak semua berdiri tegak dengan sikap sempurna. Latief kemudian mempersilahkan Soekarno dan Mohammad Hatta maju beberapa langkah mendekati mikrofon. Dengan suara mantap dan jelas, Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat sebelum membacakan teks proklamasi.
  • Saudara-saudara sekalian ! saya telah minta saudara hadir di sini, untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya. Tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam jaman Jepang ini tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri. Tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia , permusyawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
  • Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah Proklamasi kami: PROKLAMASI; Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia . Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta , 17 Agustus 1945. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno/Hatta.
  • Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka. Negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu“. ( Koesnodiprojo, 1951 ).
  • Acara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah menuruni anak tangga terakhir dari serambi muka, lebih kurang dua meter di depan tiang. Ketika S. K. Trimurti diminta maju untuk mengibarkan bendera, dia menolak: ” lebih baik seorang prajurit ,” katanya. Tanpa ada yang menyuruh, Latief Hendraningrat yang berseragam PETA berwarna hijau dekil maju ke dekat tiang bendera. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatnya pada tali dibantu oleh Latief Hendraningrat.
  • Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa ada yang memimpin, para hadirin dengan spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dikerek dengan lambat sekali, untuk menyesuaikan dengan irama lagu Indonesia Raya yang cukup panjang. Seusai pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Walikota Soewirjo dan dr. Muwardi.
  • Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!
  • Setelah upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, Lasmidjah Hardi ( 1984:77 ) mengemukakan bahwa ada sepasukan barisan pelopor yang berjumlah kurang lebih 100 orang di bawah pimpinan S. Brata, memasuki halaman rumah Soekarno. Mereka datang terlambat. Dengan suara lantang penuh kecewa S. Brata meminta agar Bung Karno membacakan Proklamasi sekali lagi. Mendengar teriakan itu Bung Karno tidak sampai hati, ia keluar dari kamarnya. Di depan corong mikrofon ia menjelaskan bahwa Proklamasi hanya diucapkan satu kali dan berlaku untuk selama-lamanya. Mendengar keterangan itu Brata belum merasa puas, ia meminta agar Bung Karno memberi amanat singkat. Kali ini permintaannya dipenuhi. Selesai upacara itu rakyat masih belum mau beranjak, beberapa anggota Barisan Pelopor masih duduk-duduk bergerombol di depan kamar Bung Karno.
  • Tidak lama setelah Bung Hatta pulang, menurut Lasmidjah Hardi (1984:79) datang tiga orang pembesar Jepang. Mereka diperintahkan menunggu di ruang belakang, tanpa diberi kursi. Sudiro sudah dapat menerka, untuk apa mereka datang. Para anggota Barisan Pelopor mulai mengepungnya. Bung Karno sudah memakai piyama ketika Sudiro masuk, sehingga terpaksa berpakaian lagi. Kemudian terjadi dialog antara utusan Jepang dengan Bung Karno: ” Kami diutus oleh Gunseikan Kakka, datang kemari untuk melarang Soekarno mengucapkan Proklamasi .” ” Proklamasi sudah saya ucapkan,” jawab Bung Karno dengan tenang. ” Sudahkah ?” tanya utusan Jepang itu keheranan. ” Ya, sudah !” jawab Bung Karno. Di sekeliling utusan Jepang itu, mata para pemuda melotot dan tangan mereka sudah diletakkan di atas golok masing-masing. Melihat kondisi seperti itu, orang-orang Jepang itu pun segera pamit. Sementara itu, Latief Hendraningrat tercenung memikirkan kelalaiannya. Karena dicekam suasana tegang, ia lupa menelpon Soetarto dari PFN untuk mendokumentasikan peristiwa itu. Untung ada Frans Mendur dari IPPHOS yang plat filmnya tinggal tiga lembar ( saat itu belum ada rol film ). Sehingga dari seluruh peristiwa bersejarah itu, dokumentasinya hanya ada 3 ( tiga ) ; yakni sewaktu Bung Karno membacakan teks Proklamasi, pada saat pengibaran bendera, dan sebagian foto hadirin yang menyaksikan peristiwa yang sangat bersejarah
Indonesia flag raising witnesses 17 August 1945.jpg
  • Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
  • Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
  • Banyak orang -ya paling tidak saya- berpikir bahwa suara Bung Karno membacakan proklamasi itu mengudara juga di radio pada hari yang sama saat Indonesia merdeka. Ternyata bukan begitu ceritanya. Jumat, 17 Agustus 1945, sekitar jam 17:30 WIB. Saat itu Pak Jusuf sedang berada di kantornya, Hoso Kyoku (Radio Militer Jepang di Jakarta). Tiba-tiba muncullah Syahruddin, seorang pewarta dari kantor berita Jepang Domei dengan tergesa-gesa. (Catatan: Pak Jusuf sempat meralat kebenaran berita bahwa yang datang itu adalah sejarawan Des Alwi). Syahruddin yang masuk ke kantor Hoso Kyoku dengan melompati pagar itu menyerahkan selembar kertas dari Adam Malik yang isinya “Harap berita terlampir disiarkan”. Berita yang dimaksud adalah Naskah Proklamasi yang telah dibacakan Bung Karno jam 10 pagi. Masalahnya, semua studio radio Hoso Kyoku sudah di jaga ketat sejak beberapa hari sebelumnya, tepatnya sehari setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika. Jusuf kemudian berunding dengan rekan-rekannya, diantaranya Bachtiar Lubis (kakak dari Sastrawan dan tokoh pers Indonesia Mochtar Lubis) dan Joe Saragih, seorang teknisi radio. Beruntung, studio siaran luar negeri tidak dijaga. Saat itu juga dengan bantuan Joe, kabel di studio siaran dalam negeri di lepas dan disambungkan ke studio siaran luar negeri. Tepat pukul 19:00 WIB selama kurang lebh 15 menit Jusuf pun membacakan kabar tentang proklamasi di udara, sementara di studio siaran dalam negeri tetap berlangsung siaran seperti biasa untuk mengecoh perhatian tentang Jepang. Belakangan tentara Jepang mengetahui akal bulus Jusuf dan kawan-kawannya. Mereka pun sempat disiksa. Beruntung mereka selamat. Malam itu pun radio Hoso Kyoku resmi dinyatakan bubar, tetapi dunia saat itu juga sudah mengetahui kabar tentang proklamasi langsung dari mulut Jusuf Ronodipuro. Sayang rekaman suara ini tidak diketahui lagi keberadaannya, atau jangan-jangan sudah tidak ada mengingat malam itu juga radio tersebut ditutup oleh Jepang.
  • Momentum perayaan Hari Kemerdekaan pada tahun ini ternyata istimewa. Itu karena detik-detik proklamasi pada tahun 1945 juga bertepatan dengan bulan Ramadan.
  • Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Pating greges, keluh Bung Karno setelah dibangunkan de Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang.
  • Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nantikan selama lebih dari tiga ratus tahun!

sumber

Menengok Pesona Kota Jakarta Tahun 1970-an

Written By Unknown on Jumat, Juli 27, 2012 | Jumat, Juli 27, 2012














 
   Pemilukada DKI Jakarta baru saja selesai. Dari berbagai hasil quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ahok untuk sementara unggul menempati peringkat pertama mengalahkan pasangan calon gubernur incumbent Foke-Nara. 

Hasil penghitungan secara riil sendiri masih dilakukan oleh KPUD wilayah Jakarta dan rencananya baru akan diumumkan 20 Juli mendatang. Walau beberapa pasangan mengharapkan bisa menang hanya dalam satu putaran, namun dari hasil yang didapat, banyak pengamat yang memprediksi Pemilukada kali ini akan berlangsung selama dua putaran.

Terlepas dari apapun hasil yang didapatkan nanti, Jakarta memang butuh figur yang bisa membawa perubahan, sebuah perubahan yang ke arah lebih baik tentunya. Nah, sebelum hasil itu diumumkan, mungkin ada baiknya kita kembali bernostalgia ke masa lalu, melihat kembali transformasi dan perubahan yang dialami oleh kota Jakarta, untuk sekedar menjadi bahan renungan, perubahan apa yang sebenarnya diinginkan untuk ibukota Indonesia tercinta ini.

Berikut ini merupakan serangkaian karya fotografi yang mengabadikan kembali suasana Jakarta di tahun 1970-an yang dikutip dari berbagai sumber.


Banjir di sebuah perkampungan di Jakarta, 1971.

Banjir merupakan salah satu masalah klasik yang menghinggapi Jakarta. Dan rupanya masalah ini sudah ada sejak jaman dahulu. Foto ini menjadi bukti jika banjir memang telah menjadi salah satu momok kota Jakarta. Foto ini diambil tahun 1971, menggambarkan perkampungan yang terendam air banjir di Jakarta.


Poster bioskop Megaria. 1975.

Foto bioskop Megaria di sini diambil pada tahun 1975. Menurut catatan Wikipedia, Bioskop Megaria merupakan salah satu bioskop tertua di Jakarta yang masih berdiri hingga kini. Bioskop ini dibangun pada tahun 1932 dengan nama Bioscoop Metropool, sesuai dengan ejaan bahasa Belanda pada waktu itu. Pada 1960, Presiden Soekarno memerintahkan penggantian semua nama yang berbau asing, karena itu Bioskop Metropool pun berganti nama menjadi Bioskop Megaria.


Foto kawasan Megaria tahun 1980-an.

Pada 1989 gedung bioskop ini disewakan oleh PT Bioskop Metropole kepada jaringan 21 Cineplex, yang mengubah rancangan dalam gedung itu sehingga menjadi 6 bioskop mini dengan kapasitas tempat duduk sektiar 50 kursi setiap ruangannya. Namanya pun sempat berubah menjadi Megaria 21. Kini bioskop tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya.


Stasiun Jakarta Kota, 20 Agustus 1979.

Dikenal pula sebagai Stasiun Beos adalah stasiun kereta api yang berusia cukup tua di Kelurahan Pinangsia, Kota Tua Jakarta dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai cagar budaya. Stasiun ini adalah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan akhir), yang tidak memiliki kelanjutan jalur. Foto diatas diambil pada tanggal 20 Agustus 1979.

Beos sendiri ternyata memiliiki beberpa versi, yang pertama, Beos kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Sementara versi lainnya menyebut bahwa Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, dimana berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.


Keramaian Pasar Tanah Abang 1977.

Jika dilihat, kebanyakan mungkin akan bertanya-tanya tempat apakah yang ada di foto ini. Foto ini merupakan foto udara yang mengabadikan keramaian Pasar Tanah Abang, Jakarta, tahun 1977. Menurut sejarahnya, Pasar Tanah Abang dahulu disebut sebagai Pasar Sabtu.


Pasar Tanah Abang awal tahun 1900-an.

Pasar ini dibangun oleh  Yustinus Vinck pada 30 Agustus 1735. Yustinus Vinck menirikan Pasar Tanah Abang Pasar atas izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini. Ijin yang diberikan saat itu untuk Pasar Tanah Abang adalah untuk berjualan tekstil serta barang kelontong dan hanya buka setiap hari Sabtu, sebelum akhirnya berubah. Foto kedua diatas diambil pada tahun 1900an.


Showroom Dunia Motor di tahun 1974.

Dealer motor ini juga merupakan salah satu dealer paling tertua di Jakarta. Jika Dunia Motor kini identik dengan Honda, maka di tahun 70-an, atau tepatnya dari foto yang diambil tahun 1974 ini, Dunia Motor juga menjajakan merek Jepang lainnya, yakni Suzuki dan Kawasaki.


Bundaran HI arah Jl. Thamrin, Jakarta, 4 Mei 1974

Kemacetan menjadi momok bagi warga Jakarta saat ini. Namun melihat dari foto yang diambil di kawasan Bundaran HI arah Jl. Thamrin, Jakarta, 4 Mei 1974 ini, bisa dilihat bahwa ramainya lalu lintas sudah terjadi sejak dulu. Bedanya, kemacetan yang terjadi tidak separah sekarang.


Lalu lintas Jl. MH Thamrin, Jakarta, 1973.


Jl. Senen Raya, Jakarta, 1971.


Deretan becak menunggu penumpang di Jl. MH Thamrin Jakarta, 1972.


Helicak di Jakarta, 1976.


Opelet di Jakarta, 1978.

Keramaian lalu lintas juga bisa dilihat di sini. Salah satu foto yang diabadikan pada tahun 1971 di Jl. Senen Raya, Jakarta. Di foto lain bisa dilihat jika angkutan umum sepertinya menjadi primadona di masa lalu, termasuk Oepelet, Helicak hingga Becak. Namun berbeda dengan masa kini yang lebih didominasi oleh kendaraan pribadi.




Gedung Indosat dan bunderan Air Mancur di latar depan, di Jakarta.





sumber

Makanan-makanan terbaik saat sahur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1F41SFAkvHvQg2hMBDdFO7ppBcLQeh-dAabVjyuSgdkhGLK0Nk3i1z5d8aqrjowontu_AOsIYx3LOzM5G50ZenZdr0bnZZ5Uxa568jsWoN1AB50Eu1EDNqXYZuc8XgZvG10d1W5Q_s1j5/s1600/sahur.jpg

Banyak orang enggan makan saat sahur, karena rasa kantuk yang masih menggelayut. Namun jika dibiarkan, dapat dipastikan kegiatan Anda akan terganggu.

Berikut trik jitu menyiasati agar sahur Anda menjadi menyenangkan dan tentu saja sehat:

1. Perbanyak konsumsi air

Jika Anda malas terlalu banyak mengonsumsi air putih, Anda bisa menyiasatinya dengan membuat sayur bening berkuah.

2. Minum jus buah

Minum jus merupakan metode efektif untuk mengonsumsi buah dengan lebih mudah dan cepat. Untuk hasil maksimal, Anda bisa membuat jus buah tanpa tambahan gula.

3. Karbohidrat kompleks

Karbohidrat dibutuhkan untuk memberikan tenaga pada tubuh selama puasa. Penuhi tubuh Anda dengan jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, sehingga mampu membuat gula darah stabil dan suasanan hati menjadi baik. Karbohidrat kompleks bisa Anda dapatkan pada nasi merah, ubi, atau jenis kacang-kacangan.

4. Penuhi asupan serat

Konsumsi jenis makanan mengandung serat saat sahur. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah dapat bermanfaat untuk membersihkan usus dan kesehatan organ pencernaan lainnya


Tongkat Komando Bung Karno

Written By Unknown on Senin, Juli 23, 2012 | Senin, Juli 23, 2012

Berkali-kali Bung Karno berkata bahwa Tongkat Komando-nya tidak memiliki daya sakti, daya linuwih..”itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai Pemimpin dari sebuah negara besar” kata Bung Karno pada penulis Biografi-nya, Cindy Adams pada suatu saat di Istana Bogor.



Bung Karno sendiri memiliki tiga tongkat komando yang bentuknya sama, satu tongkat yang ia bawa ke luar negeri, satu tongkat untuk berhadapan dengan para Jenderalnya dan satu tongkat waktu ia berpidato. Namun kalau keadaan buru-buru dan harus pergi, yang kerap ia bawa adalah tongkat sewaktu ia berpidato.
Pernah suatu saat Presiden Kuba, Fidel Castro memegang tongkat Bung Karno dan bercanda “Apakah tongkat ini sakti seperti tongkat kepala suku Indian?” Bung Karno tertawa saja, saat itu Castro meminta peci hitam Bung Karno dan Bung Karno pake pet hijau punya-nya Castro. “Pet ini saya pakai waktu saya serang Havana dan saya jatuhkan Batista” kata Castro mengenai Pet hijaunya itu.
Apakah tongkat Bung Karno itu memiliki kesaktian? seperti Keris Diponegoro ‘Kyai Salak’ atau keris Aryo Penangsang ‘Kyai Setan Kober’ wallahu’alam . Tapi Bung Karno sakti, itu sudah jelas. Peristiwa paling menggemparkan bagi publik Indonesia adalah saat Bung Karno ditembak dari jarak dekat pada sholat Idul Adha. Tembakan itu meleset dan ini yang jadi heboh, bagaimana bisa penembaknya adalah seorang jago perang terlatih, kenapa menembak dari hanya jarak 5 meter tidak kena. Di Radio-radio saat itu saat sidang pengadilan penembak Bung Karno, terungkap saat Bung Karno membelah dirinya menjadi lima. Penembak bingung ‘mana Bung Karno’ ?
Kesaktian Bung Karno sebenarnya adalah ‘kesaktian’ tiban, ‘tiban’ adalah suatu istilah Jawa bahwa kesaktian itu tidak dipelajari. Waktu lahir Sukarno bernama Kusno, ia sakit keras kemudian diganti nama Sukarno. Setelah sehat, datanglah kakek Sukarno, Hardjodikromo datang dari Tulungagung untuk berjumpa dengan Sukarno kecil saat itu, sang Kakek melihat ada sesuatu yang lain di anak ini. Kakek Sukarno sendiri adalah seorang sakti, ia bisa menjilati bara api pada sebuah besi yang menyala. – Rupanya di lidah Sukarno ada kemampuan lebih yaitu mengobati orang, Sukarno dicoba untuk mengobati bagian yang sakit dengan menjilat-.
Kakek Sukarno, tau bahwa ini kesaktian, tapi harus diubah asal cucunya jangan hanya jadi dukun, tapi jadi seorang yang amat berguna untuk bangsanya. Hardjodikromo adalah seorang pelarian dari Jawa Tengah yang menolak sistem tanam paksa Cultuurstelsel Van Den Bosch, ia ke Tulungagung dan memulai usaha sebagai saudagar batik. Leluhur Bung Karno dari pihak Bapaknya adalah Perwira Perang Diponegoro untuk wilayah Solo. Nama leluhur Bung Karno itu Raden Mangundiwiryo yang berperang melawan Belanda, Mangundiwiryo ini adalah orang kepercayaan Raden Mas Prawirodigdoyo salah seorang Panglima Diponegoro yang membangun benteng-benteng perlawanan antara Boyolali sampai Merbabu. Setelah selesainya Perang Diponegoro, Raden Mangundiwiryo diburu oleh intel Belanda dan ia menyamar jadi rakyat biasa di sekitar Purwodadi, mungkin akar inilah yang membuat ikatan batin antara Jawa Tengah dan Bung Karno. – Seperti diketahui Jawa Tengah adalah basis utama Sukarnois terbesar di Indonesia-.
Mangundiwiryo memiliki kesaktian yaitu ‘Ucapannya bisa jadi kenyataan’ istilahnya ‘idu geni’. Rupanya ini menurun pada Bung Karno. Melihat kemampuan ‘idu geni’ Bung Karno itu, Kakeknya Hardjodikromo berpuasa siang malam agar cucunya bisa memiliki kekuatan batin, pada suatu saat Hardjodikromo bermimpi rumahnya kedatangan seorang yang amat misterius, berpakaian bangsawan Keraton Mataram dan mengatakan dengan amat pelan ‘bahwa cucumu adalah seorang Raja bukan saja di Tanah Jawa, tapi di seluruh Nusantara’. Kelak Hardjodikromo mengira bahwa itu adalah perwujudan dari Ki Juru Martani, seorang bangsawan Mataram paling cerdas.
Sejak mimpi itu, kemampuan Bung Karno menjilat dan menyembuhkan langsung hilang berganti dengan ‘kemampuan berbicara yang luar biasa hebat’.
Bung Karno sendiri -menurut buku Giebbels, salah seorang Sejarawan Belanda- sudah diramalkan akan terbunuh dengan benda-benda tajam. Untuk itulah ia amat takut dengan jarum suntik, Bung Karno sendiri agak paranoid terhadap benda-benda tajam, ketika penyakit ginjalnya amat parah, ia menolak untuk berobat ke Swiss karena disana ia pasti akan dibedah dengan pisau tajam. Ia memilih obat-obatan herbal dari Cina.
Kembali ke tongkat tadi, tongkat Bung Karno itu dibuat dari bahan kayu Pucang Kalak, Pohon Pucang itu banyak, tapi Pucang Kalak itu hanya ada di Ponorogo, pohon Pucang. Tongkat Komando Bung Karno sendiri dipakai sejak 1952, setelah peristiwa 17 Oktober 1952. -Suatu malam Bung Karno didatangi orang dengan membawa sebalok kayu Pohon Pucang Kalak yang ia potong dengan tangannya, balok itu diserahkan pada Bung Karno. ”Untuk menghadapi Para Jenderal” kata orang itu. Lalu Bung Karno menyuruh salah seorang seniman Yogyakarta untuk membuat kayu itu menjadi tongkat komando.
Sebagai tambahan dalam khasanah politik Indonesia, ‘ageman’ atau pegangan itu soal biasa. Misalnya Jenderal Sumitro, tokoh utama dalam rivaalitas dengan Ali Moertopo pada peristiwa Malari 1974, sebelum meletusnya Malari kedatangan seorang anak muda dengan pakaian dekil dan menyerahkan sebilah keris “Untuk menang Pak” kata anak muda itu.
Pak Harto sendiri punya ageman banyak yang bilang pusat kekuatan Pak Harto itu ada di Bu Tien Suharto, banyak yang bilang juga di ‘konde’ bu Tien. Tapi yang jelas Pak Harto adalah seorang pertapa, seorang ahli kebatinan tinggi, ia senang tapa kungkum di tempuran (tempuran = pertemuan dua arus kali) di Jakarta ia sering sekali bertapa di dekat Ancol tengah malam, saat tarik ulur dengan Bung Karno antara tahun 1965-1967.
-Anton DH Nugrahanto-.
SUMBER

Hal-Hal Menyebalkan di Bulan Puasa


Waktu berjalan dengan cepat ya. Gak kerasa sekarang udah nyampe bulan puasa lagi. Perasaan baru kemaren ngabisin THR buat hal-hal remeh yang akhirnya kita sesali, bukannya ditabung atau buat sesuatu yang memiliki urgensi tinggi.
Ngomong-ngomong soal puasa, Bulan Ramadhan ini kan dibilang sebagai bulan suci. Semuanya harusnya menyenangkan ya, kalo bulannya suci. Semua urusan lancar, gak ada pihak-pihak yang menyebalkan yang bikin hidup jadi lebih susah. Namun, ya namanya juga hidup, tidak ada yang sempurna. Di bulan suci ini, malah ada beberapa hal menyebalkan yang muncul dan membuat hidup dan ibadah kamu jadi lebih susah.

1. Macet Ketika Jam Buka Puasa 

Jakarta macet, udah biasa. Kota-kota besar lainnya juga pasti ngerasain macet. Tapi di bulan puasa, terutama jam-jam mau buka puasa, macet di kota-kota besar, pasti meningkat mengikuti deret geometrik. Ini terjadi gara-gara ada kantor yang mempercepat jam pulangnya, dan semua orang saling berpacu untuk bisa sampai dirumah sebelum bedug ditabuh sehingga bisa buka puasa dengan sanak keluarga.
Mental mau menang sendiri kayak begini nih, yang bikin Indonesia gak maju-maju (lho?). Karena semua orang pada pulang di saat yang sama, cepet-cepet mau sampe dirumah, akhirnya jalan jadi macet, dan hasilnya, semuanya kejebak dijalan dan terpaksa buka puasa di jalan. Yang gak puasa pun jadi korban.

2. Iklan Makanan di Siang Hari 


Puasa itu biasanya paling berat pas siang-siang. Udah udara Indonesia panas, laper, haus, udah gitu musti nembus kemacetan buat ketemu klien di kejauhan. Sesampainya di tempat janjian, ternyata si klien juga telat. Kamu pun nonton TV yang ada disitu sembari ngatain si brengsek tukang telat itu di social media langganan kamu.
Lalu tiba-tiba, acara gosip selebritis pun berganti jadi iklan. Yang pertama visualnya adalah bumbu-bumbu dan bahan masakan berterbangan kesana kemari, dan menyatu di piring menjadi sajian mie goreng yang terlihat sangat menggoda sekali. Setelahnya, ada iklan dengan visual es batu yang jatuh ke dalam gelas berisikan sirup merah yang menyegarkan, dan air sirup pun terpercik kesana kemari. Lalu muncul seorang gadis seksi yang meminum segelas sirup tersebut, perlahan-lahan, dan diakhiri dengan desahan yang menunjukkan bahwa dahaganya terah terpuaskan.
Glek.
Perut kamu pun langsung minta diisi
Kamu lihat jam, ternyata masih pukul 11 siang.

3. Iklan Pake Adzan 

3 jam kemudian, meeting dengan si klien brengsek tukang telat yang banyak mau dan nyusahin itu pun selesai. Pas mau nyegat taksi/nyari angkot, kamu gak sengaja ketemu temen kamu yang bawa mobil dan tujuannya searah. Kamu pun nebeng dia.
Di perjalanan balik yang macetnya tambah parah, kamu asik ngobrol sama temen kamu, dengan alunan lagu terdengar dari radio yang volumenya dikecilkan di background. Lalu tiba-tiba, dari radio terdengar suara adzan! Kamu tiba-tiba menemukan semangat hidup kembali, dan langsung memasang radar tukang jualan minum. Lalu tiba-tiba suara dari radio pun menjadi samar-samar, dan  terdengar suara anak-anak kecil yang semangat karena mau buka puasa pake kue merk ASEM.
Lalu kamu melihat jam di dashboard mobil temen kamu, masih pukul 3.30 sore.

4. Anak Kampung Bangunin Saur + Main Petasan

Hari sial itu udah selesai. Kamu udah dirumah, udah tidur-tiduran di kasur, sambil mikir nanti sahur mau makan apa….. Dan tiba-tiba pas kamu sadar kamu lagi duduk-duduk di coffee shop langganan kamu. Di depan kamu ada Zooey Deschanel. Kamu asik berbincang-bincang sama dia. Kamu bikin lelucon, terus dia ketawa. Manis banget deh.
Zooey Deschanel imut banget
Tiba-tiba, di belakang kamu ada suara samar-samar..
“Sahur.. Sahur! Bentar lagi mau Imsak! Sahur.. Sahur!”
Suara itu makin lama makin kenceng. Kamu pun terbangun. Kaget. Ternyata itu suara anak-anak kampung sebelah bangunin orang sekomplek buat sahur. Denger kata-kata “bentar lagi mau imsak”, kamu pun panik dan langsung lari ke dapur, mau masak apapun yang cepet. Lalu di tengah-tengah nyeplok telor, kamu liat jam.
Ternyata baru jam 2.30 dinihari. Imsak baru jam 4.30.
Seribu macam sumpah serapah pun keluar pun dari mulut kamu, dan beberapa sampai di social media langganan kamu.
Singkat cerita, kamu udah selese sahur nih. Solat Subuh juga udah beres. Kamu udah siap kembali tidur. Terus pas bawah sadar kamu udah siap ngelanjutin mimpi kopdar ama Zooey, tiba-tiba ada suara ledakan dari luar. Kamu terkejut, dan langsung terbangun. Segala rasa kantuk kamu pun sirna.
Ledakan susulan pun terdengar. Kamu ngambil smartphone kamu, siap mau google hotline Gegana, sambil hati-hati ngintip dari jendela. Ternyata anak-anak kampung yang tadi bangunin kamu lagi asik main petasan. Itu bocah-bocah pada gak sekolah apa ya?! Kamu pun buka jendela dan meneriaki mereka. Selamat, puasa kamu yang baru jalan setengah jam udah terkurangi pahalanya karena kamu  gak bisa nahan emosi.
Nah begitulah, sekilas hal-hal menyebalkan yang biasanya muncul waktu bulan puasa. Kamu punya pengalaman menyebalkan yang identik dengan bulan puasa? Ayo di-share disini!

Kucing Lucu Yang Alay

Written By Unknown on Jumat, April 08, 2011 | Jumat, April 08, 2011

 http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com
sumber : http://hermawayne.blogspot.com/2011/04/kucing-putih-yang-alay.html

Unik Lokasi Hiking Di Bawah Laut

Lokasinya di kaki Pegunungan Hochschwab, di Tragoess, Styria, AUSTRIA. Green Lake merupakan salah satu fenomena alam teraneh di dunia. Selama musim dingin lokasi ini benar-benar kering layaknya lokasi hiking biasa dimana banyak orang kota datang kesitu untuk berlibur. Tapi berbarengan dengan naiknya temperatur, salju dan es yang melingkupi pegunungan mulai mencair dan airnya membanjiri lokasi ini dan membuatnya menjadi lokasi di bawah air yang airnya sejernih kristal.
Kedalamannya mulai dari 1-2 meter hingga lebih dari 10 meter di awal musim panas. Perairan Green Lake ini mencapai titik paling dalamnya di bulan Juni dimana banyak penggemar diving datang demi menikmati keindahan taman pegunungan di dalam air. Bangku-bangku tempat duduk, rumput-rumput hijau pegunungan, pepohonan, jalan-jalan, dan bahkan jembatan di bawah air menciptakan suasana menakjubkan seakan berada di daratan. Tapi fenomena ini hanya berlangsung pada paruh tahun tiap tahunnya. Justru hal ini yang membuat orang banyak penasaran.

Gambar-gambar di bawah ini diambil selama berlangsungnya musim panas (summer).








sumber : http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2010/10/lokasi-hiking-di-dalam-danau.html

Kucing yang mengembara 3800 Km

Written By Unknown on Selasa, Maret 15, 2011 | Selasa, Maret 15, 2011

Seekor kucing bernama Clyde pasti senang bukan kepalang karena akhirnya bisa bertemu dengan tuannya di Tasmania, Australia. Sebab, pertemuan itu terjadi setelah ia melakukan pengembaraan misterius selama tiga tahun, sejauh 2.400 mil atau 3.862 kilometer.

http://a.abcnews.com/images/Technology/ap_clyde_cat_090924_ssh.jpg

Ashleigh Sullivan (19), pemilik kucing itu, mengaku sudah pasrah bakal tidak bertemu lagi dengan kucing jenis Himalaya berbulu panjang itu. Clyde menghilang tiga tahun lalu dari rumah keluarga Sullivan di Magra, 40 kilometer Hobart, Negara Bagian Tasmania.


Sullivan tidak percaya ketika seorang dokter hewan di Cloncurry, daerah terpencil di sebelah utara Queensland, mengidentifikasi Clyde dengan mikrocip yang ada di tubuhnya. Dokter itu lalu menghubungi Sullivan dan ibunya, Katrina Phillips.



Seorang perawat di Cloncurry menyerahkan Clyde kepada dokter hewan Donna Weber itu, setelah merawatnya selama empat bulan. Dia mengatakan Clyde terlihat mondar-mandir di sekitar Rumah Sakit Cloncurry. "Saya yakin dia ingat. Dia tidak bertingkah seperti tiba-tiba muncul di suatu tempat dan tidak dalam keadaan takut," kata Sullivan sambil bercucuran air mata.



Namun tidak ada yang tahu bagaimana Clyde bisa menyeberangi Selat Bass sejauh 297,7 kilometer (185 mil) dari Tasmania ke pantai selatan Australia. Lalu berjalan melalui darat ke Cloncurry yang gersang. Hingga akhirnya dapat bersatu lagi dengan ”keluarganya” di Cloncurry, daerah terpencil di sebelah utara Queensland.
sumber ; http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/03/kucing-mengembara-3800-km.html

Foto - foto patung unik

Written By Unknown on Rabu, Maret 09, 2011 | Rabu, Maret 09, 2011

Macam - macam bentuk patung aneh dan unik yang terdapat di bebbagai negara,  dapat dilihat dibawah ini ;
 Patung Fremont Troll
 Patung De Vaartkapoen
Patung De Vaartkapoen
Patung Eating a Biscuit Together
Patung Eating a Biscuit Together
Patung Frustasi
Patung Frustasi
Patung Bola Raksasa Berantakan
Patung Bola Raksasa Berantakan
Patung Kerang Raksasa
Patung Kerang Raksasa
Patung La Trobe
Patung La Trobe
Patung Madame Chapeau
Patung Madame Chapeau
Patung Manusia Pohon
Patung Manusia Pohon
Patung Melting cow
Patung Melting Cow
Patung Mona Lisa
Patung Mona Lisa
Patung Pengendali Awan
Patung Pengendali Awan
Patung Santa Fe
Patung Santa Fe
Patung The Hanging Rhino
Patung The Hanging Rhino
Patung The Magic Tap
Patung The Magic Tap
Patung The Shark
Patung The Shark
Patung The Thumb
Patung The Thumb
Patung Orang di Trotoar
Patung Orang di Trotoar
Patung Angel Ngintip
Patung Angel Ngintip
 
Anehkan macam - macam bentuk patung yang diukir oleh orang negri seberang sana :D
sumber : http://www.i-berita.com/hot/foto-patung-paling-aneh-di-dunia.html
 
Admin : Facebook | Twitter | Google+
Copyright © 2013. FeriNgeblog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger